Aku dan kopi hitam.

image
Pic pribadi

Lupa sejak kapan aku jadi pecinta kopi hitam,  segelas kopi hitam tampa gula adalah sarapan aku setiap pagi sambil membaca koran pagi siapa tahu ada info soal jalan yang aku lalui setiap pagi, ya karena saya bekerja di daerah Malioboro

yang Hobby sekali di tutup untuk banyak pawai dan kirab namun itu juga siang.

Lanjut ke kopi sejak jaman Sekolah aku memang suka kopi namun kopi yang aneka rasa dan belum menyentuh yang namanya kopi hitam alasannya cuma satu pahit.
Namun semakin kesini setiap minum kopi instan bikin aku dag dig dug jantung nya kaya ketemu mantan lama. Rasanya ngak nyaman dari pada aku ngak bisa minum kopi lagi akhirnya aku minum kopi hitam plus dengan gula enak sih namun kok kaya minum kolak hhaha manis.
Pelan pelan aku kurangi gulanya lama lama sisa satu sendok teh tetap manis dan sekarang no sugar please….

Gimana rasanya…?

Pahit jelas lah namanya juga kopi tapi mulai ada rasa asam, seperti kita makan buah. Jelaslah rasa buah secara kopi kan dari buah kopi. Rasanya lebih seger, seperti sari buah maaf kalau saya berlebihan namun ini yang aku rasakan.
Namun setiap kopi memiliki aroma dan rasa yang berbeda..

Saya bukan tipikal orang yang mencari identitas dari mana asal muasal kopi yang saya minum hanya belum terfikir dan saya belajar untuk menikmati nya dulu secangkir kopi hitam yang saya minum untuk mengawali hidup aku..

Walau saya suka kopi hitam namun tidak semua kopi hitam saya suka, saya lebih suka beli biji kopi dan saya giling kasar,  ibaratnya satu sendok makan kopi giling kasar sama dengan dua sendok makan kopi giling halus..
Aku suka kopi yang meninggalkan ampas, aku rasa aku mulai aneh dengan kecintaan kopi ini.

Kadang aku beli kopi di luar dan lupa bilang tanpa gula dan setelah kopi datang dan aku minum rasa mual Datang karena kopinya ada gulanya,  langsung aku minta yang baru tanpa gula dan bikin mbak mbak yang bikin gelang geleng kepala,  bisa aku masukin 3 sendok makan kopi dalam mug kecil,  ibaratnya tinggi gelas 25 cm,   10cm kopi murni tanpa gula dan 15 cm air ini misal tinggi segitu, pasti semua bakal bilang bayar nya dobel ya mbak  hhahhaha.

Namun rata Rata kopi yang dipakai penjual minuman rata rata kopi yang ada gambar kapal, jujur aku kurang suka karena kopinya asin haha berasa ada garam tapi kalau terpaksa sekali tidak ada yang lebih baik ok ajalah yang penting kopi.

Aku minum kopi hanya pagi hari saja setiap pagi, jarang kau minum kopi selain pagi paling sore atau malam saat ketemu kawan namun itu juga ngak tiap hari..

Aku sering dapat oleh oleh kopi dari Sabang sampai Merauke dari kawan dan menurut aku membuat segelas kopi ya harus pelan dan penuh hati adalah kopi Aceh. Kenapa gitu..? Klaau kita salah bikin bukan kopi yang kita minum namun entahlah rasanya aneh. Namun kalau kita bikin dengan tenang,  air mendidih dan menanti sampai ampas turun kita akan mendapatkan kopi yang luar biasa Nikmatnya…

Lantas bagaimana dengan kalian pecinta kopi tidak dan kopi apa yang paling kalian suka cerita Yuuk..

Happy weekend semua Salam kopi hitam.

” Prost, liebe freunde….”

Iklan

44 thoughts on “Aku dan kopi hitam.

  1. Selera kita samaan, kak. Aku kenal kopi dari jaman kelas 3 SMA, pas lagi getol-getolnya belajar buat UNAS. Dari jaman itu juga aku udah menjelajah banyak rasa kopi. Akhirnya aku nggak suka kopi instan yang rasa-rasa, misalnya Good*y haha. Kalo nggak latte, cappuccino, kopi susu, Arabian robusta yang berasa ada kurmanya atau kopi hitam, itu jenis yang kusuka. Maklum, turunan dari Papa yang juga pecinta kopi (^-^)

  2. aku cuma ngopi instan, ria. itu pun cuma sesekali. trus kalau misal ke cafe-cafe gitu milihnya ya yang udah campur sana sini. pernah nyobai kopi asli. duh nggak tahan asamnya 😀

  3. Aku suka cappuccino, mbak. Tapi jarang minum kopi sih, lbh suka teh. Bener bgt tuh Mbak Ria, sensasi minum kopi instan sama kayak sensasi jatuh hati…dag dig dug 😁

  4. aku dulu pernah suka kopi, meski tdk tiap hari. kopi instan sih biasanya yg 3 in 1. yg hitam jg bisa minum. tapi tetep harus pake gula. kalo lama ga ngopi terus ngopi lg, biasanya mules dan diare jadinya. sejak di turki aku ga ngopi lg. eh kopi turki cara bikinnya jg beda loh. tp aku blm pernah nyoba.

  5. dulu sempet berenti ngopi gara2 deg2an minum es kopi instan. tapi skrg2 ngopi lagi *kalo lg pas ngantuk di kantor ato begadang 😀

    kereen bgt mba, kopi item tanpa gula gitu

  6. Aku suka kopi arabika. Gatau kenapa dr awal gak cocok sama robusta. Pernah beli 100gram aja akhirnya gak abis2. Favorit sementara sampe skrg sih toraja kalosi.
    Kopi gayo jg sukak sih. Biasa dapetnya dr oleh oleh. Nggiling kopi itu bisa sambil merenung (padahal sih melamun. Wkwkwkwkw)
    Etapi partner ku suka nya malah robusta dink

    1. Aku suka gayo juga tapi harus pelan pelan dan sabar bikinya. aku robusta suka juga cocok ma kantong kalau arabika di hemat hemat klaau kalosi nanti dah cos agak susah caranya..
      Toossss kita suka kopi hitam..

  7. Hahaha, aku suka kopi (manis) Ri, tapi cuma di pagi hari aja. Kalau sudah lewat tengah hari, aku stop minum kopi karena bisa berefek ke malam harinya, hehehe

  8. Mbak Ria sama dgn suami saya juga suka banget tuh minum kopi itam tanpa gula, tapi dia semua gak pake gula sih, minum teh pun gak pake gula tapi itu di rmh aja sih, kalo di luar gak,hehe

  9. Buat saya, ngopi udah jadi kebiasaan yang mungkin lebih sulit dibuang dari kebiasaan ngerokok. haha. Sama, Mba. Aneh kalo ga ngopi. Kadang, begitu bangun tidur pun yang dicari bukan air putih lagi, tapi kopi. Ya tapi, kebutuhan air putih juga tetep dijaga kok ^^

    Oia, kalo saya masih pake gula. Setengah sdm gula + 1,5 sdm kopi hitam. Pas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s