Jelajah Jepara dan Demak

image
Salah satu pantai di Jepara. ( pic pribadi)

Liburan akhir tahun kemarin aku menjelajah beberapa kota di utara pulau jawa yaitu kota Jepara dan kota Demak. Cukup lah dua kota itu karena sisa hari libur aku yang tinggal
secuil jadi aku manfaatkan untuk jalan jalan
dan aku sisakan 2 hari untuk istirahat sebelum kerja lagi di awal tahun. Aku rasa ngak enak habis pulang liburan esok harinya sudah mulai kerja ampun capek belum ilang sudah capek lagi. Sebenarnya ada juga tujuan lain selain jalan jalan yaitu menghadiri pernikahan adik angkat aku di Jepara.

Aku berangkat dari yogya pukul 3 pagi yes 3 pagi kawan karena kalau sore atau malam bakal kena macet dan benar tembakan kita lancar jaya kita jalan nya dari yogya ke Jepara hanya butuh waktu 4 jam,  jangan di tanya gimana bawa mobil nya ampun DJ maklum dah padahal kita singgah sebentar untuk sholat subuh di daerah Ambarawa ( sebelum Ambarawa kota)  Masjid nya dekat dengan restoran mungkin rest area gitu sayang tutup tu rumah makanya, Masjid nya bagus sayang Toilet nya belum buka huuu sebel banget.  Dekat masjid nya ada kaya gedung pertemuan gitu dan ada kereta kencana lumayan pagi buta dapat objek foto..

image
Maap ngak jelas maklum subuh n gelap

Lanjut lagi perjalanan dan kita langsung masuk tol Semarang dan Demak terus Jepara cepat rasanya baru aja duduk dah sampai Jepara aja.

Welcome Jepara..

Jepara oh Jepara apa yang aku pikirkan tentang kota Jepara beda sekali dengan gambaran yang aku bayangkan,  coba apa yang terlintas kalau kita sebut kota Jepara..? RA Kartini yes jelas lantas pasti semua mikir ukiran Jepara,  ya Jepara dengan ukiran nya sudah terkenal hingga pelosok nusantara bahkan ke luar namun apa yang terjadi.
Sepanjang jalan yang aku temukan banyak sekali toko toko yang megah dan besar bangkrut bukan toko kecil ya,  tapi toko toko besar yang kurasa sangat besar dan megah di jamanya bukan hanya satu dua namun puluhan toko bangkrut dan tutup plus tidak terawat sayang aku tidak mengabadikan dengan kamera aku karena keterbatasan waktu.

Sangat di sayangkan Jepara ibarat kota mati menurut aku, ditambah banyak bangunan kokoh yang tidak teurus dan terbengkalai ditambah tumpukan tumpukan kayu jati tua yang bikin tambah kelabu, ada apa dengan kejayaan ukiran Jepara yang tersohor dulu dan yang aku temukan hanya beberapa toko furniture yang bangkrut sepanjang jalan yang aku lalui, rasanya sedih namun mau bagaiman lagi memang seperti itu kenyataan. Namun ada juga yang bertahan namun rata rata pengrajin kecil yang masih membuat aneka kerajinan mungki ada juga perusahaan besar namun sepanjang mata memandang tidak aku temukan.
Ok kita tutup pembahasan soal banyaknya toko furniture dan mebel di Jepara yang banyak yang tutup lanjut lagi cerita liburan nya..

Jepara dan Pantainya yang tersohor bukan rahasia kan,  yup memang tujuan kita ke Jepara selain ada acara memang ingin sedikit Explor kota Jepara..

Karena keterbatasan waktu jadi kita cuma satu pantai dan yang jelas kita datang di saat waktu yang salah pas liburan panjang, dehh tu pantai kaya cendol ngak ada tempat buat main air dan berenang aja susah. Apalagi berjemur ( hahhahah).

Lanjut besok ya ceritanya biar penasaran ngak konsen nulis karena baru di salon hahha..

Iklan

34 thoughts on “Jelajah Jepara dan Demak

  1. Kasihan banget sih kalau industri yang khas banget Jepara itu sampai harus mati dan tak berkembang lagi, padahal kalau berkembang dan terkenal kan bisa jadi identitas kota yang menjadikan Jepara spesial… sayang sekali. Ditunggu postingan soal pantai dan foto-foto, garis pantura itu menurut saya sangat bersejarah!

  2. Jadi ngebayangin nyetir jam 3 paginya deh Ria. Hihihi. Sayang banget Jepara jadi seperti yang kamu ceritakan di sini ya. Hiks.
    Kalau musim liburan sih gw yakin banget bakalan penuh itu pantai ya Ri.

    1. Iya Dan, habis itu jam sepi nya hhaha.
      Benar dan next time kalau ada kerjaan di Jepara kamu bisa Menyaksikannya..
      Waah ambik liburan pas saat liburan sekolah anak anak bikin dobel capek..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s