Ich

image
Foto Mas Mark Forster (pic pinjam Google)

Saat pertama aku melihat kamu,  aku tertuju pada mata indah kamu mata yang kudambakan dari kecil,
mata yang selalu muncul di setiap mimpi mimpi aku. Mata yang selalu membuat aku rindu kadang sebuah rindu yang menyakitkan namun kadang rindu yang membuat aku untuk bangkit karena sedikit membawa harapan..
“Hi ”
Adalah sapa pertama yang kamu ucapkan dan aku membalas dengan senyuman, ntahlah apa yang aku rasakan hanya saja aku menatap dan tertuju langsung kedua bola mata kamu namun aku tak ingin kamu tau kalau aku begitu jatuh hati melihat kedua mata kamu. Aku langsung tersenyum dan membalas sapaan kamu agar aku tersadar dan tidak terbuai memandang kedua matamu terus, yang rasanya ingin sekali hanya aku satu satu nya yang kau tatap, untuk kali itu iya karena hanya aku ada di depan kamu dan kamu hanya bingung menatap aku yang diam dengan muka angkuh aku namun aku tetap memberikan senyuman aku untuk membalas sapaan kamu.
” Hi…  ”
Ya, hanya kata ” hi ” yang terucap.
Entahlah kamu merasakan nya tidak namun ku yakin hanya kamu, secepat itukah aku mengambil keputusan aku hanya yakin dengan apa yang ku rasakan…

Lantas….?

Iklan

34 thoughts on “Ich

  1. Menarik tulisannya, menarik juga gambarnya. “Das leben ist kein U-Bahnhof”, artinya hidup itu bukan terminal kereta bawah tanah. sempat populer beberapa tahun lalu, juga sebagai sarana kampanye bagi orang-orang yang tidak punya rumah, yang hanya bisa hidup di pinggiran-pinggiran terminal 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s