I love My job

image

Sebenarnya tidak ada niat hati ingin membahas pekerjaan saya, namun kok ya Rasanya ingin sesekali ah aku bahas disini.  Mumpung tanggal 2 januari tahun depan aku sudah 9 tahun, yes guys 9 tahun saya mengabdi dan mencari nafkah di tempat kerja saya ini  dan sudah di mutasi 3x serta sudah 3x juga ganti posisi dan sekarang sudah hampir 7tahun di salah satu cabang Yogyakarta.

Bermula saya yang  masih lajang merantau ke Jakarta kota impian para pengadu nasib seperti aku, bekerja kantoran yang menjadi impian banyak orang, impian sulit dan mustahil bagi aku yang tidak mengeyam bangku kuliahan ibarat iklan kala itu aku bejo.

Bagaimana rasanya..?

Luar biasa pahit,  manis,  Suka dan duka jadi satu. Gaji yang kala itu hanya cukup untuk bayar kost, makan dan transportasi. Pelan – pelan nabung buat isi kamar kost dari Dispenser,  TV, kipas angin, alat masak nasi yang semua di cicil tiap bulan sampai kamar aku yang cuma sepetak terisi semua.  Ingat betul saat pertama kali sebelum kost,  aku numpang hidup dengan kakak aku alias anaknya tante aku, rumahmnya kala itu di pamulang dan tempat aku bekerja di kebun jeruk Jakarta Barat. Bayangkan hidup aku habis dijalan.  Lantas aku memutuskan untuk kost, kala itu aku cari kost yang nyaman dan bersih ibarat nya beli baju ada harga ada wujud. Aku pertama kali dapat kost langsung jatuh hati walau harga yang paling murah sangat dalam di kantong aku namun demi sebuah kenyamanan its ok. Aku ambil kost campur dimana kost nya itu kost cowok dan cewek plus kost khusus karyawan walaupun dekat aku kampus namun yang punya kost ngak mau kalau ada anak pelajarnya. Kenapa gitu..? Karena satu kata ibu kost berisik. Kalau ada pelajarnya karena sering bawa kawan ke kost. Betul juga ingat jaman SMA dulu jaman aku kost hahhaha, pasti memang benar sangat berisik. Sedangkan kala itu aku mencari yang nyaman aku sudah capek di jalan dan pekerjaan jadi sampai kost butuh ketenangan. Ibarat nya loe loe guwe guwe jahat ya namun itulah realita Jakarta.

Lanjut lagi ke cerita soal pekerjaan kawan kerja sudah jadi keluarga tempat kerja sudah menjadi rumah ke 2 bagiamana tidak bisa 8 bahkan kadang bisa 10 jam saya ada di tempat kerja betah aja gitu bahkan waktu terasa cepat berlalu,  kata orang kalau kita bekerja di suatu tempat rasanya waktu cepat berlalu itu namanya kita betah..
Banyak bahkan banyak sekali ilmu ilmu baru yang aku dapat dari perusahaan dan itu sangat mahal bagi aku,  jadi jangan hanya kita menuntut gaji gaji dan gaji wajar kita nuntut gaji namun coba di lihat apa kontribusi kita untuk perusahaan ada salah satu kolega aku dia dari muda sampai anaknya selesai kuliah dan tetap mengabdi pernah dia berkata “mati hidup dia tetap bekerja di perusahaan ini ”
Kita tetap bertahan karena kita punya masa depan dan perusahaan kita sehat saya berdoa agar perusahaan tempat saya bekerja selalu sehat dan bertambah besar.  Karena disinilah saya mencari nafkah..

Pernah suatu kali saya ingin pindah ngak munafik karena tawaran gaji yang lebih besar butuh waktu sebulan saya untuk berfikir lantas saya urungkan niat saya lagi karena satu hal apakah saya akan nyaman disana,  kenyamanan adalah segalanya dari pada uang.
Jujur saya takut keluar dari Zona aman saya kenapa? Karena status saya yang sudah berumur dan menikah sulit rasanya mencari pekerjaan dengan predikat baru saya ini apalagi sudah punya anak waah berat kurasa, namun tidak menutup semua kemungkinan namun hanya ini adalah sebagian besar. 

Bagi kalian yang masih umur kepala 2 ayo ayo semangat cari zona aman kalian dan mulailah berkarya dan menikmati hasil di umur kepala 3. Jangan menunda apapun waktu berjalan sangat cepat dan sangat sangat cepat,  jangan sampai kalian menyesal. 
Buatlah bangga untuk diri kalian sendiri,ibu kalian, ibu kalian, ibu kalian,   orang tua dan keluarga kamu saya kala itu bekerja untuk kedua orang tua saya agar mereka tidak di angap remeh, walau ayah saya hanya seorang supir bus kala itu namun nampu menyekolahkan ke 3 anak nya sampai sekarang kita di posisi alhamdulillah. 

Capaian impian kalian semua selalu minta restu ibu dan ayah kalian serta bertanggung jawab dengan apa yang menjadi pilihan kalian karena itu juga untuk kalian. Lebih baik kita dari bawah agar suatu hari nanti kita berada diatas kita tahu bagaiman menjadi bawahan agar kita lebih care kepada mereka,  kita tidak dapat berjalan tanpa mereka yang bekerja bersama kita. Buat apa kita punya otak namun kita tidak punya kaki.

Semangat bekerja semua…

Iklan

37 thoughts on “I love My job

  1. Mbak kayaknya kita setipe, aku pernah kerja di tempat kerjaku di Bali dah cukup lama sekitar 5thn lah padahal pekerjaan sebelumnya cuman bertahan maksimal 2thn,ada yg cuman 3bln, tapi memang saya juga org yg takut keluar dari zona nyaman, pernah juga menolak pekerjaan ditempat yg lebih bagus (disisi gaji) tApi ditolak gegara takut memulai lagi dari awal takut ini itu hahaha padahal intinya takut keluar dari zona nyaman hihi agak menyesal pada akhirnya hahaha hanya bisa gigit jari melihat teman yg ambil posisi yg ditawarkan utk saya dulu skrg dah sukses…

  2. Saya pikir memang ada suatu masa ketika petualangan keluar dari zona nyaman ini mesti diakhiri. Tapi bukan berarti stagnan sih, hanya saja petualangannya dilakukan dalam skala yang lebih kecil. Misal ketika saya sudah nyaman dengan pekerjaan saya, sudah berkeluarga dan umur juga sudah matang, ya saya memang tak akan berpindah, tapi bukan berarti kita harus membiarkan diri bosan kan ya. Mungkin mencari hobi atau menulis sesuatu yang baru bisa jadi ajang kita bertualang keluar dari zona nyaman.
    Terima kasih sudah mengingatkan ya Mbak. Waktu memang berjalan sekali jadi kita tak boleh menyia-nyiakannya.

    1. Iya gara bagi aku yang sudah Tua ini memang harus berfikir untuk coba coba lagi.
      Mumpung masih muda ayo gara gunakan masa muda kamu sebaik baiknya…
      Kadang aku kurang puas kok udah tua aja maunya tetap kepala 2 hahhahaha

      1. Iya Mbak, mesti dimanfaatkan dengan baik supaya kaya pengalaman. Kalau sudah sering ke mana-mana, ketika di masa depan sudah usia lanjut pasti akan jadi lebih bijak :)).

  3. keluar dr zona nyaman memang susah ya. termasuk aku waktu kerja dulu. tp satu waktu aku harus meninggalkan kenyamanan kerja untuk mengejar kenyamanan yang lain, menikah πŸ™‚

  4. Ria, kamu kok selalu merasa tua sih. Maksudku kamu selalu menghighlight tua. Umur aku angkanya lebih banyak dari kamu. Tapi aku biasa aja, ga merasa yang tuaaa banget. Ga menjadikan umur sebagai penghalang. Tua muda sama aja peluangnya. Kalau kesempatan baik didepan mata tidak dimanfaatkan dengan baik, mau tua atau muda sama statusnya : merugi. Banyak contohnya mereka yang berhasil diusia yang bilangannya banyak. Karena menurutku ini bukan masalah usia, tapi tentang menangkap peluang.

    1. Jahatnya dunia kerja di indo dengan ilmu pas pas seperti saya susah den, apalagi aku ngak punya embel embel di belakang nama saya.
      Makanya untuk memulai yang baru lagi dengan umur aku sekarang mikir lagi say rasanya ingin lari juga ke Belanda hahahah, tapi apa daya mentok aja den jadi bersyukur dengan yang sekarang den..

  5. kalau bisa mncintai pekerjaan yang kita lakukan…. bisa jadi kita menemukan sesuatu yang besar di dalamnya, mbak…. kata steve job gitu kalau nggak salah πŸ˜€

  6. 9 taun itu lamaaaaa.. aku dulu di tempat kerja pertama, cuma 8 taun, trus skrg ini baru akan 6 taun.. kerjaan itu, meskipun berat dan gaji gak seberapa, yg penting nyaman di hati ya riaa…

  7. Sama kita ria. Kalau sudah disuatu tempat apakah itu kerjaan atau kost pasti awet bangat ditempat yang sama terus bertahun2. Harus ada suatu moment yang akhirnya harus memaksa aku keluar, baru dech.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s