Menabung = Utang

Sebelum lanjut membaca jangan menjadi contoh ya, ini adalah share pribadi aja.

Tulisan ini terilham karena sebuah percakapan yang ringan antara aku dan salah satu sahabat Blog. Dia bertanya bagaimana cara mencari kerja di Yogya.

Jujur sumpah aku tidaktahu….?loh kok bisa bukannya saya bekerja di Yogyakarta. Awal cerita nya aku bekerja di Yogya. Karena aku pindah ke anak cabang dari kantor pusat yang ada di Jakarta. Alasannya klise MENIKAH. Aku bekerja ya melamar nya di Jakarta,Jakarta kota segala impian yang beruntung.

Aku dan suami kala itu menikah modal pas pas san,  kita usaha sendiri maap saya bukan dari keluarga yang mapan namun cukup. Jadi kita mulai dari 0 yah malah 0 sekali.  Dari modal nikah, hidup sampai sekarang.

Kenapa aku bilang menabung adalah hutang itu adalah saya.  Kala Kalau tidak hutang saya tidak punya.  contoh awal pindah Yogya dan saya harus punya motor untuk menunjang rutinitas kerja saya,  mulai lah kita belajar berhutang yang bertanggung jawab.

Membeli motor adalah ke suksesan saya dalam berhutang pertama kali . Gaji saya setengah nya habis untuk uang muka dan saya ambil cicilan 36 x alias 3 tahun agar ringan.  Walau kalau di hitung tu motor harganya jadi selagit namun apa daya aku BUTUH. Saat kita kalah akan keadaan. Pelan pelan kita merangkak tahun berikutnya kita ambik motor satu lagi untuk aku dan motor yang pertama di pakai suami karena motor butut dia sudah rusak termakan usia.

Banyak belajar kita dari kehidupan, kurasa tak mungkin aku menabung dulu untuk membeli itu, pasti uang tidak akan pernah terkumpul hhahaha dan keadaan tidak berpihak kepada kita kala itu dan kita butuh sekali.  Pelan pelan kita menabung semuanya dengan cara berhutang .

Catatan kita berhutang karena kita punya pemasukan dan tanggung jawab untuk membayar nya.  Untung semua pinjaman aku di mudahkan oleh Bank karena riwayat perbankan aku yang sehat dan bebas dari  raport merah. Catatan kalau kalian bikin sekali raport merah semua bank akan tahu ntahlah namanya apa sapa tau ada yang tahu boleh di share namun kalau kita bagus alhasil kita di suruh suruh hutang sampai kita tergoda lagi hahhaha….

Maunya ya ngak berhutang…?

Tapi kalau seperti yang aku ceritakan di atas kita wajar kok berhutang,  namun jangan berhutang untuk nafsu namun berhutang untuk kebutuhan.

Lantas pernah tidak kalian berhutang ?

 

Iklan

51 thoughts on “Menabung = Utang

  1. Pernah mbak berhutang demi kebutuhan, yaitu buat bayar kost2an hahaha. Hitungan kost tahunan lebih murah drpd kost bulanan, akhirnya minjem temenku dulu deh trus bayarnya bulanan ke temenku 🙂

  2. Aku kmrn abis ngobrol sama orang baru kenal… dia tanya idupku enak banget ya punya ini itu. Aku lantas cerita yang sama dengan post kamu ini. Eh dia malah nyinyir “wow banyak banget hutang ya” haha. Yo wes lah kalo melihatnya negatif. Aku sampe sekarang masih bayar cicilan dokter gigi kok saking mahalnya. Atau nyicil ini itu yang lain,,, misalnya HP. Tahun lalu rusak dan butuh, jadi ambillah kontrak yg bayarnya perbulan. Kalo emang kepepet dan butuh, asal smart dan bukannya asal hutang menghutang ya nggak apa-apa menurutku

  3. Dulu saya belajar di ilmu akuntansi katanya berutang itu malah bisa menaikkan aset, namanya efek leverage, tapi selama dalam rasio yang wajar. Sah-sah saja sih menurut saya berutang itu, apalagi kalau butuh, misalnya ketika ingin membeli rumah. Soalnya kalau menunggu tabungan cukup kan bisa-bisa rumahnya tidak terbeli :hehe.

  4. Hai ria…dah lama nih ga BW kesini

    Kalo prinsip ala2 ..”malas bayar hutang, ga usah ngutang saja”. Intinya liat kemampuan diri bisa/ga bayar utang. Sakiing jarangnya, malah teman2 suka nawarin uangnya untuk di utangin klo aku dlm kasus kepepet dengan alasan sekalian nabung.

  5. banyak juga yang pada modal nekat ngutang, contohnya nyicil KPR kalau gak gtu yaa gak kebeli, kalau ngandelin tabungan bisa tapi kadang kurang semangat kalau nggak di dorong tanggungan “oh iya kan masih ada cicilan” hahaha

  6. Langsung inget hutang rumah… hiks… masih lama banget yakkk

    Hutang jangan untuk kebutuhan – setuju banget nih Ria. Tapi banyakan pada berhutang demi kebutuhan, setidaknya itu yang gw liat sih.

  7. Paling takut emang dengan yang namanya utang. Tapi kalau yang namanya KPR kalau nyicil kapan kebeli nya yach tuch rumah. Setuju mbak Ria asal bukan untuk kebutuhan kayaknya masih oke dech. Karena ketika memutuskan untuk nyicil kita sudah memikirkan kesanggupan kita untuk membayar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s