Telo bakar

singkong

 

Tiba – tiba keingat simbah kakong di desa..

Aku ingat betul saat aku masih kecil simbah suka ngarit ( Mencari rumput ) di ladang untuk makanan ternaknya,  nah pasti beliau juga suka membawakan cucu kesayangnya ini telo ( Singkong )  dari kebunya. Sesampainya di rumah langsung kita bakar saat itu simbah aku masih mengunakan tungku kayu untuk memesak sehari – hari karena nenek aku takut kalau pakai gas. Setelah kayunya menjadi bara baru kita masukkan singkong tadi di dalam tungku itu…

Saat menanti singkong itu matang adalah hal yang menarik karena kita harus belajar bersabar. Bersabar dari rasa ingin segera makan, bersabar dengan panasnya bara dari tungku, bersabar selalu membolak – balik singkongnya agar rata matangya intinya kita harus bersabar.

Senang kalau akirnya singkong yang kita bakar matang dan mengeluarkan aroma yang khas singkong bakar. pelan pelan kita buka singkong itu dengan cara membelahnya jadi 2 ambooooy mantap betul pulen, harum dan masih panas. Lucunya habis makan pasti muka kita comeng hitam – hitam kena arang dari singkong.

Mungkin jaman aku kecil tidak akan berfikir kalau ternyata saat aku besar aku merindukan saat itu…? Lantas pernah tidak kalian makan telo bakar ini ?

 

 

//

Iklan

41 thoughts on “Telo bakar

    1. Wah kapan kapan harus coba mantap febbb…
      Kalau telo rebus enak dimakan pakai ikan asin juga mantap plus di cocol juga ke sambel bawang.
      Makanan murah meriah namun mnatap

  1. Ya persis, dulu klo berkunjung ke rmh kake Nene pasti disuguhi singkong bakar. Tp aku ga begitu suka, lebih suka yg digoreng, nah ternyata di belanda klo ke warung atau resto Suriname Indonesia pasti ada menu telo. Dulu ga tau apa itu telo ternyata singkong goreng yg dimakan pake ikan asin kabulyouw. Uh enaknya serasa menemukan makanan kesukaan jmn kecil dulu

  2. mbaaa riaaaa. baca ini jd pengen masuk mesin waktu jaman kecil.
    aku suka main ke kebunnya anak2 asuh bapakku. trus nyabutin sendiri telonya. kadang telo rambat juga. trus dimasukin ke kayu2 yg dibakar. makan di halaman belakang deket kebun. trus pulang2 baju n muka tangan kaki kotor semua. hihi. sabarnya ibu ku

  3. Pernaah donk. Ah~ jadi nostalgia nih.
    Dulu pas kecil juga sukanya bakar2. Bakaran jagung, bakaran telo, sambil ngumpul-ngumpul ketawa ketiwi anak-anak sekampung.
    Dan percayalah, aku cewek sendiri diantara mereka semua #apasih

      1. Ada sih. Tapi emang kebanyakan cowok 😀
        Tomboy? Nggak juga kok. Cewek tulen, bener 🙂 Kebawa lingkungan ajaa 🙂

  4. mbak Ria pernah bangettt … 🙂 dikampungku namanya UBI ,,, jalau disebut ‘ubi, itulah singkong … kalau TALAS itu disebut UBI JALAR … mungkin karena tumbuhnya menjalar. 😀

    1. OO iya … sekalian deh 🙂

      Ambil daun jalin ketupat,
      ketupat dijalin daun kelapa,
      andai jari tak dapat berjabat,
      tapi kata masih bisa berucap
      10 jari tersusun rapi,
      melati pengharum hati pengganti diri,
      mohon maaf setulus hati 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s