Yuk mengawasi hutan kita…

hutan1

Miris rasanya melihat apa yang ada di sekitar kita, mungkin bisa jadi aku adalah generasi terahkir bisa menikmati hutan yang berisikan pepohonan dan aneka jenis satwa liar, bukan hutan yang di perkosa habis – habisan berubah menjadi lahan sawit.

Kenapa saya berkata seperti ini karena saya melihat berita tentang perambahan hutan yang sangat memprihatinkan dan habatnya hutan yang seharusnya di lindungi karena masih masuk dalam Hutan lindung namun dalam waktu 1 tahun hanya 1 tahun sudah menjadi gundul dan beralih fungsi menjadi lahan sawit dan yang bikin aku miris ternyata mereka mendapat izin dari pemerintah setempat.

Rawa-Tripa-Terbakar

Apakah semua karenaΒ  ” UANG “

Belum puas mereka menangis dan menderita saat banjir bandang melanda daerah mereka dan banyak memakan korban, namun mereka tidak peduli dan tetap saja merusak sehinga membuat hutan semakin rusak parah.

yuk gabung dan mulai dari sekarang kita lebih sedikit care dengna hutan kita , coba kalianklik diSINI agar kita tahu bagaiman kondisi hutan kita sekarangΒ  dan kita bersama – sama melindungi hutan kita.

Kalau bukan kita lantas siapa lagi…?

//

Iklan

37 thoughts on “Yuk mengawasi hutan kita…

  1. Semakin menggundulnya hutan memang memprihatinkan banget yah. Tapi permasalahan ini menurutku sih jauh lebih kompleks dari itu karena ada banyak banget stakeholder-nya πŸ™‚ .

    1. Yaaah betul ko dan jelas sekali akan sangat susah.
      Tapi setidaknya agar kita sedikit membuka mata kita dan lebih care dengan hutan.
      Tidak ada yang tidak mungkin ko….

  2. Itulah mba kalau semuanya bisa dilakukan dgn uang dan kekuasaan tanpa memikirkan akibatnya di kemudian hari yang lebih banyak merugikan khalayak banyak.
    Mungkin kita bisa memulai memelihara hutan dengan meminimalkan penggunaan kayu spt kertas dan memulai bertanam di halaman rumah … πŸ˜€

  3. Btw, ingin sekalian memberitahu nih, kalau kamu termasuk yang dapat kiriman kartu pos cantik dari Austria mbak, besok sore mulai pukul 16.00 WIB, akan dipajang kartu posnya di Dunia Ely , silahkan milih postcard yang kamu suka ya, Matur nuwun πŸ™‚

  4. Duuuuh ini miris bener deh, kalo di daerahku (Riau), tiap musim kemarau orang ramai-ramai ngebakar hutan untuk buka lahan. Sampe ga bisa napas saking pekatnya kabut asap, lagi-lagi itu semua karena UANG dan KETAMAKAN. benci !

    1. Iya Riau paling banyak perkebunan Sawitnya, iya kata suami aku juga kalau pembakaran hutan benar – benar siang bisa gelap kaya malam mana suhu di sana panas, tambah panas saja.

  5. Mbk Ria, saya punya pengalaman dgn hutan, sodara saya buka kebon sawit 500 HA ,,,
    Betul sekali mb.Ria, saya setuju sangat … πŸ™‚
    Namun muncul dilema lain, kalau kita putra bangsa (buka hutan jadi kebon sawit misalnya) – tidak mampu berbuat – akan datang pemodal bangsa asing, selain hutan kita rusah parah dan hasilnya terbang keluar sana …

    mbak lihat buka hutan itu disini :):(http://omman.blogdetik.com/2014/05/29/buka-hutan/

    1. Aku yang pertama kali lihat saja miris dan mau maki- maki apalagi Matt yang setiap hari berinteraksi dengan alam.
      Kadang mikir siapa yang bodoh..?
      Ada anak bangsa yang berjuang untuk kelestarian Hutan malah di ketawakan sama negaranya sedangkan mendapat penghargaan dari negara lain….

  6. di Kalimantan sekarang hutan tinggal secuil mbak. sudah disulap jadi mall, lahan sawit, tambang batubara, pemukiman penduduk. nampaknya belum ada solusi bagi manusia untuk bisa bertahan hidup tanpa harus merusak alam. atau sebenarnya ada, tapi karna nafsu keserakahan manusia, ya semua dibabat.

  7. Kalau sudah ngomongin duit, mata orang-orang itu seolah selalu tertutup, nanti kalau sudah kena bencana baru teriak-teriak dan maki-maki menyalahkan orang lain, padahal diri sendiri penyebabnya 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s