Jika waktu itu tiba…!!!

index

 

Saya menulis ini setelah saya selasai berbicara berdua dengan suami saya di dalam kamar. Saat aku tulis  ini tepatnya  satu jam yang lalu setelah kita berbicara yang sangat serius.

Baiklah saya akan menceritakan sekilas apa yang terjadi dalam perjalanan hidup saya, Tepatnya tanggal 19 juni 2014 pukulnya saya lupa karena saat itu saya kerja dan suami saya sudah pulang kerja rumah saya yang mungil di santronin pencuri yah benar PENCURI namun Alhamdulilah tidak ada yang hilang karena pencuri itu berhasil tertangkap oleh suami saya dan dapat beberapa bogem mentah dari dia sampai tanganya terkilir.

Namun itu semua berkat bantuan Tangan Tuhan juga serta bantuan dari warga sekitar dan mungkin masih rejeki kami sehingga barang itu tidak hilang .  Mungkin baru juga baru apes  pencuri itu , Gara gara pencuri itu terpeleset gagal sudah rencana dia dan sedihnya dia di hajar massa yang mulai jerah sama pencuri.

Apakah ceritanya telah berahkir saya bilang tidak. sebenarnya dari awal saya tidak ingin mempermasalahkan perkara ini saya pikir mungkin dia mencuri karena terdesak oleh ekonom dan dia sudah berumur hampir 65 tahun jadi saya merasa kasian dan akan saya antar kekeluarganya. Namun ternyata mata saya terbuka oleh penjelasan pihak kepolisian ternyata memang pekerjaan dia sebagai pencuri dan sudah sering mencuri di mana – mana. Bahkan   dalam dalam kurun waktu kurun 1 bulan sudah ada laporan pencurian serupa di beberapa tempat sekitar tempat saya tinggal dan pihak berwajib meminta suami saya untuk memperkarakanya karena berhasil tertangkap.

Tenyata pencuri itu memang sudah terkenal dan sudah masuk daftar hitam kepolisian selang 2 hari dari kejadian hari jumat itu ternyata kejadian itu masuk koran lokal daerah yogya dan yang membuat saya sebal kenapa data lengkap nama suami saya sampai alamat rumah saya lengap  tercantum jelas di sana apa memang seperti itu media menulis berita tidak meminta izin dulu untuk agar korannya laku terjual sedangkan suami saya tidak merasa di wawancarai oleh koran tersebut.

Pencuri itu kelas kakap bukan kelas teri atau anak kemarin sore yang belajar mencuri untuk membeli minuman dan berfoya – foya . Kadang aku berfikir apa Mereka tidak memikirkan kami ( korban ) mempunyai keluarga. Suami saya punya ibu punya adik juga kalau terjadi apa apa karena rasa  dendam pencuri itu terhadap keluarga kami   atau teman teman pencuri yang tidak terima kepada keluarga saya. Lantas kami harus  bagaiman…?

Jujur rasa takut itu ada keluarga kami tidak berpikiran sampai sejauh itu setelah berita itu muncul barulah kita merasa tidak nyaman dengan semua  ini rasanya hidup cemas dan was – was . sampai di satu titik suami saya berpamitan kepada saya dan menitipkan ibu dan adiknya kalu terjadi apa apa kepada dia jujur saat itu saya ingin menangis namun aku harus kuat aku tak ingin menangis aku tak ingin terlihat takut dan membuat beban suami aku bertambah.

Suami aku hanya takut bila terjadi apa apa dengan saya dan keluarga dia ( ibu dan adinya ) karena kasus tersebut . Wajar rasanya kita takut namun aku mencoba menenangkan suami aku dan berkata

” Kita pasrahkan semua kepada Allah ”

Saya tidak takut mati namun saya takut belum bisa membahagiakan suami saya keluarga saya dan keluarga keluarga suami saya entah apa yang ada di benak suami saya malam ini aku tak berani bertanya dan hanya akan menambah beban saja. Saya berdoa semoga Tulan melindungi saya dan keluarga saya.

Apakah saya dan suami saya berlebihan menghadapi masalah ini…?

 

 

 

 

//

Iklan

29 thoughts on “Jika waktu itu tiba…!!!

  1. Sepertinya hal tersebut sangat wajar mbak…Jika pun saya yang mengalami hal demikian, saya akan berfikir panjang untuk mungkin pindah tempat tinggal demi menenangkan diri dari rasa was-was.
    Yang saya tidak habis fikir, kenapa harian tersebut tidak meminta izin dulu kepada si empunya alamat untuk mencantumkan alamat di beritanya ? Padahal mereka semua orang berpendidikan dan profesional..

    Semoga saja Allah akan selalu menjaga keselamatan keluarga mbak ria…

  2. halo ria.. semoga semua baik2 aja yaa..
    hmm..soal media yg nulis nama dan alamat lengkap, kamu bisa kok menghubungi media itu dan protes kepada mereka ttg hal itu. dalam UU pers, saksi korban seharusnya dilindungi. boleh tulis alamat, tapi tidak lengkap sampai ke nomor2nya..
    coba saja, layangkan surat protes ke media itu.

      1. Iya mbak el…
        Rasanya Buntu aja kenapa kok menimpa saya namun ada hikmah dari semuaini dan ambil pembelajaranya.
        Aku sudah kirim Email protes juga mba el.
        Suwun ya mba…

    1. Terima kasih eda saya sudah kirim Email protes saya ke media tersebut namun belum ada balasan..
      Semoga semua kembali seperti sedia kala thx ya da sangat membantu.
      ketcup buat kamu 🙂

  3. Semoga semua baik dan dalam lindungan-Nya. Coba saran Eda diatas Ri, tapi semua sudah terlanjur mereka ekspos ya. Mungkin pindah dulu untuk sementara Ri.

    1. Saya sudah kirim email protes saya mba sayang belum ada balasan.
      Iya mba salma rasanya sudah buntu semoga allah kasih jalan buat kami.
      Amin amin amin thx ya mba…

    1. Iya noni kok ada – ada saja non, ehmmm mungkin sudah jalanya ada hikmah di balik semua ini.
      Aku juga ikut saran eda dan sudah kirim email protes ke media tersebut.

  4. Mbak, In Shaa Allah Mbak sekeluarga tetap dalam lindungan dari Allah SWT.. Amiiin..

    Kalo aku ada dalam posisi Mbak, mungkin aku juga bakalan waswas.. Wajar Mbak, apalagi sampe data yang sebegitu lengkapnya tersebar gitu aja, tanpa izin lagi.. Setuju banget sama komen Mbak Eda, jurnalis itu juga punya kode etik kan ya.. Aku rasa ini uda kelewat batas lah. 😦

    1. Iya beb…
      Mungkin sudah jalanya saya mengalami ini, ambil hikmahnya saja ya beb..
      Iya saya ikut saran Eda dan sudah kirim email protes ke media tersebut.
      Semoga semuanya cepat selesai . Thx ya beb…

      1. Iya Mbak, In Shaa Allah selalu ada hikmahnya.. Yang sabar ya, Mbak. Peluuuuk :’)
        Semoga dari pihak si media itu welcome ya. Biar masalahnya ngga berlarut-larut.. Amiiiin..
        Sama-sama, Mbak..

  5. Mudah-mudahan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Mbak. Itu korannya koq konyol banget sampai menulis data lengkap begitu. Perkarain aja korannya sekalian Mbak biar jera.

  6. Aduh Ri, ngeri amaaaat… Harus extra hati2 ya kalian, coba ambil rute pulang n pergi yg beda tiap hari dan selalu saling kasih kabar kalau mo pergi atau pindah lokasi. Semoga smua baik2 aja ya… *peyuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s