RELAWAN ( Bekerja dengan hati ) Part 2

DSC05889
Tidak ada wajah lelah di muka kami

Memang sengaja aku akan membagi beberapa kisah aku ini menjadi beberapa bagian karena terlalu panjang kalau di buat satu cerita . Mari kita lanjut lagi ceritanya bagi yang belum sempat membacanya silahkan baca Part 1 disini

Saat itu memang saya sudah mempunya tekat bulat yaitu tekat ingin menjadi relawan,. Sesampainya di Rumah Sakit tersebut. Saya langsung ke bagian informasi rumah sakit untuk bertanya bagaimana caranya memjadi relawan, tanpa susah susah saya langsung melihat sekumpulan anak anak muda, mungkin bisa di kata mungkin mereka  beberapa mahasiswa dan ada kertas tertera di atas  meja bertuliskan TEMPAT PENDAFTARAN RELAWAN.

Lantas saya mendekati meja itu dan ternyata benar memang di situ tempat pendaftaran.  lantas saya bertanya bagaimana cara menjadi relawan. Langsung pemuda itu berkata ke arah aku karena hanya aku yang bertanya di sana . Pertanyaan pertama  bikin aku sedikit jiper, saat itu saya di tanya..

” Maaf mba dari kampus mana…? “

Wadau kampus mana….? Aku jawab saja saya ” PRIBADI   ” entah dari mana kata itu terucap namun spontan aku jawab itu.

Akirnya pemuda itu menganggukan kepala tanda paham masut aku 🙂 Lantas dia memberi aku  formulir untuk di isi  setelah selesai di isi , Aku di ajak ke suatu lorong yang banyak ruangan ruangan .  disana banyak sekali relawan relawan juga  namun dari beberapa kampus karena aku tahu dari jaket almamater yang mereka kenakan , sedang aku hanya pakai kaos dan celana jins serta membawa tas ransel kecil .  Dengan tenang dan santai serta  tenang hanya megikuti mahasiswa itu sambil mengamati sekeliling Rumah sakit yang saat itu banyak sekali korban korban bencana. Beberapa  ada yang menangis , mengeluh sakit bahkan ada yang menangis histeris aku pikir mungkin ada yang meninggal. Banyak juga relawan yang hilir mudik membawa korban korban baru. Namun kok tempatnya yang aku tuju belum juga  sampai. Sampai ahkirnya aku berada di luar rumah sakit, namun belum sampai juga dan ahkirnya sampai  juga .

Aku melihat sekeliling aku dan sedikit berfikir namun fikiran aku hilang setelah mendengar sapa mas mas gondrong lantas aku berfikir apa dia  mahasiswa juga…?  namun dari mukanya  kurasa bukan karena sudah TUA 😀 ( maaf ya mas gondrong ) Dengan hangat dia menyapa aku dan mengajak berjabat tanggan sambil dia  berkata

” Selamat datang di posko relawan CAMPUR SARI “

Aku membalasnya dengan senang juga, kebekuan yang aku dapat di awal mulai luluh juga dan aku merasa nyaman, mas G hanya menerangkan Tugas tugas aku disana lantas dia tanya nanti malam pulang  ke kost…? tanya dia ke aku.

” Aku tidak punya kost, saya mau tidur di sini saja. boleh …? “jawab aku

Jujur aku saat itu takut seandainya tidak ada tempat lagi karena aku lihat dari muka mas G yang tidak percaya saya mau tidur di RS , namun betapa terkejutnya aku karena dengan semangat. Beliau mempersilahkan aku ikut bergabung ternyata mereka juga tidur di rumah sakit. Ahkirnya mas G memperkenalkan aku dengan beberapa relawan campur sari itu sendiri semuanya laki laki namun ada juga beberapa wanita.

 

Posko tempat aku mengabdi POSKO RELAWAN CAMPUR SARI
Posko tempat aku mengabdi
POSKO RELAWAN CAMPUR SARI

 

Lantas dimana posko saya dan ternyata Posko kita berada di tempat parkir kurang lebih ada 3 atau 4  lantai saya lupa . Tepatnya Tempat Parkir di Rumah sakit SARJITO

” WHAT TEMPAT PARKIR ”

Benar…..!!!

Memang benar posko kita berada tepat di Tempat parkir 4 lantai yang di sulap menjadi bangsal darurat, Jadi posko kita tempat  pertama kali korban datang yang langsung kita terima. Karena di dalam RS sudah sangat penuh sesak sedangkan korban setiap  hari semakin bertambah.

DSC05484
Suasana bangsal darurat
kondisi para korba
kondisi para korba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aku bertanya kenapa posko kita di beri nama CAMPURSARI,  lantas mas G menjawab  karena posko ini isinya anak anak yang secara pribadi mengajukan diri menjadi relawan tanpa harap dapat imbalan dan bukan dari kampus kampus yang di wajibkan jadi relawan  sedangkan kita berkumpul di sini dari keinginan pribadi. Sedikit ada rasa bangga aku bergabung disana 🙂

Perlahan lahan aku mulai mengenal siapa saja saudara saudara aku disana ( Ada monita, vera, vika mas g, rangga, bojel, ajik, dika, gugun, teguh, aceng, dan si ucil dan bebrapa teman yang lainya namun mereka lah yang bertahan sampai Posko di bubarkana karena sudah selesai tugas kita amin )

 

wajah para relawan
wajah para relawan

 

DSC06045

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas kita memang terlihat simpel  namun jangan salah kita harus punya kekutan hati dan raga, kenapa hati karena kita akan melihat bagaiman penderitan para korban mendengar rintihan, tangisan pilu kadang darah juga sudah menjadi makanan kita setiap  hari,  lantas kalau raga sendiri, rasanya kita tidak mengenal rasa  leleh menolong mereka setai saat bahkan bisa 24 jam namun Allah memang maha kusa tidak ada rasa lelah letih atau lelah  bahkan sakit rasa juga tidak ada rasanya badan FIT dan Sehat terus.

Relawan asyik (42)
tidak ada kata lelah
Tidak ada kata lelah
Tidak ada kata lelah walau mandi sehari 1x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiap hari kita membantu memdata para korban, setelah di dalam ada tempat kosong kita pindahkan para korban dari bangsal darurat menuju dalam bangsal yang ada di dalam rumah sakit atau ada pasien yang harus menjalani operasi kita juga mengantar para korban menuju ke ruang operasi kadang dengan bercanda kita memberi semangat juga buat mereka.

proses pemindahan
proses pemindahan ( nenek ini idola aku )
Relawan asyik (20)
Setiap hari kita selalu membantu memindahkan korban

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DSC06237
waktunya pindah ke bangsal
DSC06197
Tidak ada batas waktu kadang kita juga antar pasien ke ruang operasai ( tapi sampai di pintu saja)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak tahu sudah berapa puluh kali kita membantu korban korban memindahkan mereka, membantu memberi makan kadang aku juga pernah membantu seorang nenek untuk maaf buang air besar karena dalam kejadian itu di cuma sebatangkara tanpa ada sanak saudara karena semuanya sudah meninggal kejatuhan rumah dan hanya beliau yang selamat dan kita berpisah setelah beliau di pindahkan ke bangsal yang ada di dalam.

 

DSC05458
Sehat sehat ya nek…

 

Entah berapa hari dan sudah berapa puluh kali kaki ini melangkah membantu para korban, kita kerjakan dengan senang hati dan tanpa pamrih sedikitpun .kadang banyak hal – hal lucu yang menghibur kita contohnya ini

 

DSC05780
Salah satu sandal kawan aku yang sampai menipis karena buat jalan terus.
DSC05776
Kalau sudah lihat busa rasanya bahagia , lihat kakinya 😀

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal yang seperti menjadi obat lelah dari rutinitas yang kita kerjakan selama menjadi RELAWAN.

Setelah kita selesai mendata membantu memberi makan  dan setiap hari pula kita mendapat tugas memindahkan pasien ke dalam bangsal yang ada di dalam, kalau boleh mengeluh memang di bangsal darurat kalau siang hari  sejuk angin banyak, namun kalau malam hari tiba rasanya kaya di kutup anginnya super kenceng. Jadi kita membatu menutupi para korban dengan kardus kardus di samping tempat tidur merekan ya sedikit mengurangilah…

DSC05560
Suasana malam
Relawan asyik (94)
Suasana siang hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Relawan asyik (91)
Data para korban yang harus kita update tiap hari
Relawan asyik (93)
Suasana setiap hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita harus siaga penuh apalagi kalau dari kejauhan kita sudah mendengar suara ambulan datang berarti ada korban baru dan kita harus membantu membatunya menyiapkan segalanya dan membantu para perawat untuk segera mengevakuasi korban korban yang baru , bahkan bisa satu kali datang 5 mobil samapi kita keteteran tapi itulah seninya kadang semakin malam para relawan dari post lain pulang dan hanya pos kita yang siaga secra tidur di posko. kadang kita mengisi dengan bercanda kalu tidak ada pasien yang datang

Main kartu asal tidak berisik
Main kartu asal tidak berisik
DSC06204
Ada juga yang gantian tidur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal yang paling menyenangkan adalah saat makan 😀 anteng semuanya namun tanggan bergerak soal makan juga jangan kwatir karena terjamin banyak sumbangan dan donatur buat kita pokoknya makan sehat terus setiap hari dan GRATIIIIS…..!!!!!. Apalagi ada sponsor yang buka stan makan gritis langsung semangat tapi tetap siap sedia .

Relawan asyik (37)
Mari makan
Relawan asyik
Dapat nasi kotak plus mie dari sponsor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tepatnya entah berapa hari  kita berada di sana dan ahkirnya perlahan lahan para korban yang ada di bangsal darurat telah habis dan di pindahkan ke bangsal yang ada di dalam Rumah sakit.

Lantas apakah pekerjaan saya sudah selesai…?

Jawabanya ada di Part 3 🙂

NB :  TULISAN INI AKU PERSEMBAHAKAN UNTUK SAUDARA – SAUDARA AKU RELAWAN RUMAH SAKIT SARJITO YOGYA TAHUN 2006  DIMANA PUN BERADA…

( bagi yang kenal muka muka yang ada di foto tolong infonya Thx )

 

Iklan

18 thoughts on “RELAWAN ( Bekerja dengan hati ) Part 2

  1. Wow .. salut sama relawan relawan itu ya mbak,termasuk kamu, hatinya mulia sekali 🙂

    Thanks juga postingannya mbak, jadi tahu bagaimana kegiatan relawan itu juga suasana saat itu di sana.

  2. Gempa th 2006 ya mbak, jadi ingat saya dan teman2 di Jakarta sempat mengumpulkan dana dan dikirimkan kepada teman bloger di Jogja – utk dia gunakan agar dapat meringankan korban2 yg dia bantu dgn kelompoknya…. (ngelamun.com jadinya … 🙂
    Oo ya – mampir ya kini saya mulai ngeblog lagi setelah lama hiatus :

    http://soemanjaya.blogdetik.com/2014/05/24/ekapur-irih/
    http://soemanjaya.blogdetik.com/2014/05/25/potret-hp/
    http://soemanjaya.blogdetik.com/2014/05/25/on-off-on-off/
    terima kasih ya mbak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s