Antara cita cita, harapan dan keluarga.

pic pnjam http://dede6699.wordpress.com
pic pnjam http://dede6699.wordpress.com

 

Panjang juga ya judulnya…

Mungkin sama dengan apa yang aku rasakan sekarang.  sebuah pemikiran yang panjang juga, untuk aku harus pikirkan baik baik.

Menjadi seorang wanita apalagi wanita yang sudah menikah susah susah gampang. Gampang kalau semua dapat di jalani dengan mudah walau mungkin kenyataanya pasti ada juga hambatan dan rintangan dan susahnya kalau apa yang menjadi harapan dan cita cita harus terbentur dengan keluarga.

Kadang aku berfikir sangat di sayangkan bila ada pasangan yang menikah muda, namun apakah saya menikah muda..? saya jawab  “iya ”

apakah saya menyesal, itu sudah jalanya. kala itu umur aku 24 tahun dimana saya masih sangat ingin melanglang buana ke berbagai kota (melaksanakan tugas audit )  untuk mencari sebanyak mungkin pengalaman tiap kota yang saya kunjungi. Namun tiba tiba saya harus mengahkir semuanya karena saya harus pindah ke yogya karena alasan keluarga, yaitu  menikah dan harus pindah ke yogya  ikut suami.

Lantas Apakah saya berhenti kerja saya jawab ” Tidak ”

Untung perusahaan saya memberi kesempatan saya untuk pegang  cabang di yogya. mungkin sudah rejeki aku. Saya menikah, pindah, ada yang keluar aku masuk sebagai penganti.  Walau apa yang saya kerjakan berbeda 360 derajat dan saya harus banyak belajar lagi dan ada amanat juga yang harus saya tanggung saat itu  saya masih punya tanggung jawab untuk membantu orang tua saya menyekolahkan ke 2 adik saya yang saat itu yang satu masih kuliah alhamdulilah PMDK jadi murah biaya kuliahnya  dan yang satu masih sma.

Bahkan sampai sekarang  adik yang paling kecil yang dulu Sma sekarang sudah semester 4 dan kuliah di salah satu universitas negeri di kota bogor dan yang satu lagi sudah menikah dan alhamdulilah sudah bekerja menjadi seorang guru.

Saat itu saya sampingkan semua cita cita saya untuk kedua adik saya dalam benak saya saya harus bekerja dan bekerja dan menghapus cita cita kuliah saya karena saat itu orang tua saya tidak mampu menyekolahkan ke3 putrinya kalau saya tetap nekat kuliah, ahkirnya saat merantau ke banyak kota hingga berjodoh dengan perusaan aku sekarang.

Apakah saya masih punya cita cita untuk kuliah lagi saya jawab “TIDAK ”

mungkin otak sudah tidak mampu lagi 😀 namun saya masih punya harapan untuk selalu menambah pengalaman dan ilmu dengan banyak cara walau tanpa haru duduk di bangku kuliah dengan cara menyimak,memperhatikan,  membaca dan bertanya .

Terdengar semua berjalan lancar namun jujur banyak air mata dan keringat di dalamnya,kenapa air mata..?  karena kadang saat itu dimana kedua orang tua membutuhkan bantuan aku hanya mampu membantu semampu aku dan keringat itu  sendiri adalah keringat yang aku dapat dari setiap pembelajaran hidup yang sangat berharga buat aku.

Lantas apa cita cita aku sekarang…?

Masih seperti cita cita dan harapan masa lalu yaitu menambah banyak pengalaman hidup. hingga di satu titik dipenghujung umur kepala 2 ku ini, aku mendapat sebuah tawaran kerja untuk sebuah posisi yang sangat saya impikan namun aku harus berfikir lagi karena sekarang  terbentur dengan keluarga dan  suami.

Aku tau suami aku memberi izin karena dia tahu itu harapan aku dalam bekerja,  namun aku tahu diri pasti dia juga keberatan karena mungkin pekerjaan saya ini akan sangat  menguras  banyak perhatian dan waktu aku dari pada frekuensi perhatian dan waktu aku untuk suami aku sendiri dan keluarga.

Sebuah dilema yang besar..!!

Ambil nafas dalam dalam dan  berfikir tentang cita cita, harapan dan arti sebuah keluarga buat  aku lagi  …!!!

 

 

 

 

 

//

Iklan

26 thoughts on “Antara cita cita, harapan dan keluarga.

  1. Menuntut ilmu ga terbatas usia ko Ri 😀 . Bapakku aja lanjut kuliah ketika anak2nya kuliah juga. Suamiku juga kuliah lagi nih soalnya karir gitu2 aja/mandek ko klo ga ada titel 😆 .

    1. Waduh susah juga ya nell kalau aku mau kerja di germany ( hahaha ngarep )
      iya nel kalau buat kuliah ku tak sangup nell, paling mau ambil kelas kursus bahasa aja 😉

  2. kalau karir kantoran memang selalu ada kendala kalau udah berkeluarga mbak.. tp rasanya menuntut ilmu gak akan abisnya, ga ada yg terlambat.. klo misalkan pun terbentur sama kluarga untuk menuntut karir, ilmu nya masih bisa kepake mbak… jadi guru atau dosen mgkn bisa jadi alternatif lain selain kerja kantoran hehe…

    1. Amin.
      saya bekerja di perusahaan yg sekarang dan semu dari 0. setiap bekerja pasti punya mimpi dan mimpi itu datang di saat saya sudah menikah.
      jadi galau ni antara milih karir atau keluarga 😥
      kalau untuk kuliah keliatanya sudah ngak sangup paling kursus bahasa saja mba..
      thx ya.

  3. Βanyak doa aja riana.saya Ƈǜma lulusan sma.ingin juga sich kuliah ambil sastra biar spt bloger2 yg tulisannya enak dibaca.Ƈuma keadaan aja yang gak mendukung.hihihi.

    1. hi lana jangan patah semangat dengan punya kemampuan, usaha, banyak memperhatikan, membaca dan berusaha semua pasti bisa tanpa harus sekolah kok.
      saya lulusan SMA juga namun saya punya cita cita dan harapan.
      Dengan doa dan kemauan semua dapat tercapai.
      ayo ayo semangat lana 😉

  4. Semoga bisa mengambil keputusan yang teerbaik. Btw aku salut, dirimu mau mengorbankan cita-cita kuliah dan bekerja menguliahkan adiknya. Salam hormat! 🙂

  5. aku nikah muda jugaa.. lulus kuliah, dapat kerja, blm wisuda udah nikah. jadi pas ada panggilan di perusahaan impian (waktu itu media nasional), terpaksa ga diambil krn udah nikah. waktu apply, posisinya blm nikah.. tapi yaa… balik lagi skrg.. Alhamdulillah.. dinikmati aja.. let do the best, Allah do the rest..
    semangat rii… minta petunjuk sama Allah

    1. Amin amin amin.
      iya eda, sedikit galau nie karena kalau saya ambil keputusan dari perusahaan ini saya harus mengorbankan segalanya untuk tercapai cita cita dan harpan aku da, ibarat kesempatan tidak datang 2x kan.
      😥
      semoga aku dapa mengambil keputusan yang tepat untuk kebaikan bersama.

  6. Semangat terus! Namanya belajar itu seumur hidup lah. Menurutku sih nggak ada istilah “sudah telat” atau “sudah ketuaan”. Asal ada niat dan fokus pasti bisa kok 🙂 .

    Dan memang ya menjadi dilema. Antara karier dan juga menyeimbangkan dengan kehidupan keluarga. Mudah-mudahan akhirnya mendapatkan pilihan yang terbaik ya 🙂

    1. Bener ko tapi untuk memulainya bikin naik turun semangatnya 😀 paling mau ambil kursus aja ko.

      amin amin amin
      Semoga aku dapat memilih di antara 2 pilihan yang sangat susah.

  7. Istikharah Ri, semoga mendapatkan pilihan yang tepat,
    setiap pilihan yang diambil ada yang harus dikorbankan *untuk saat ini,
    tapi Dia paling tahu yang terbaik untuk hamba-Nya 🙂

  8. Semoga bisa ambil keputusan yang paling tepat ya Mbak.
    Trus soal belajar, aku setuju kalau tidak harus selalu melalui jalur formal, belajar dari pengalaman menurut aku justru lebih baik, karena justru yang diperoleh kebanyakan hal-hal berguna yang tidak kita dapatkan dibangku pendidikan formal. Semangat terus, Mbak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s