Beruban bukan berarti tua

pic pinjam merdeka.com
pic pinjam merdeka.com

 

Sedikit saya mau curhat tentang rambut saya, kemarin aku udah bahas tentang rambut aku. yang tetap tidak akan aku bonding, rebonding, smoting  lagi kawaaaaaan,  ceritanya sudah TOBAT…!!!

Aku memang punya sedikit masalah seputar rambut aku, aku setujuh sekali kalau ada yang bilang  rambut memang mahkota wanita, coba kalau rambut kita jelek duh rasanya kurang PD aja, iya kan 🙂

Cerita punya cerita dulu aku paling sebel kalau di suruh cari uban sama nenek aku atau  sama emak aku duh rasanya mau kabur aja dari tugas ini, nah sekarang aku baru merasakan,  betapa nikmatnya kegiatan ini,   eiiiit dengan catatan yang punya uban yang merasakan nikmatnya,  kenapa bisa….? ya jelas rasanya kita rileks ambooooy….!!!! kepala di belay belay jadi bawaanya ngantuk, kita  seperti duduk di pinggir pantai di bawah pohon kelapa. Sebenarnya aku tidak ambil pusing dengan uban aku ini hanya beberapa teman aku yang gemes melihatnya seakan akan ni uban teriak  ”  cabuuutlaaah aku ”  ke arah teman aku, so aku yang punya uban ya pasrah aja uban aku di cabut ya mau gimana lagi rasanya ennnnnaaaak 😀

Entah kenapa uban aku muncul mungkin karena rambut aku sering kena prodak kimia, suka ganti ganti shampo atau apa sehingga jadi rusak atau faktor lain  aku juga kurang paham. Menurut aku, ya nanti cepat atau lambat pasti  kita akan beruban juga, nah anenya uban aku ini hanya ada di satu tempat aja dan berpusat tepat di atas otak aku 😀 paling rambut aku yang hitam jadi putih , beruban karena panasnya otak buat mikir jadi ngaruh sama rambut yang tumbuh di atasnya, Untuk menyiasati uban aku ini, ahkirnya rambutnya aku warnain atau cat  saja, aku boleh warna  asal tidak boleh  hitam intinya itu. makanya sejak satu tahun yang lalu rambut aku sudah bewarna dengan alasan untuk menutup uban ehhh sekarang malah keterusan cat ranbut  namun tetap satu warna dari dulu belum ganti warna rambut habis masih sukaaaaa 🙂

narsis dulu di dalam salom
narsis dulu di dalam salon

 

Menurut aku pasti nanti kita akan beruban dan uban tidak dapat di hindari namun dapat disiasati……!!!

 

 

Iklan

20 thoughts on “Beruban bukan berarti tua

  1. Ada juga yg sudah turunan teh Ria… Kangmas itu sudah mulai ubanan dr sejak kuliah, dan di keluarganya semua cepat ubanannya.. Teteh jg sudah banyak kayanya hehe

  2. Sekarang juga paling males kalau udah diminta Mamah untuk nyabutin uban yang baru numbuh kecil-kecil gitu, katanya abis dicabut itu nikmat dan kepala jadi ringan banget.. mungkin nanti gantian kali yah, ada saatnya saya yang minta dicabutin uban sama anak cucu x)

    1. hahahaha
      itu aku banget purnama, waktu kecil beh sumpah ogah tp sekarang duh baru merasakanya begitu nikmatnya bila uban dicabut.

      hi purnama thx udah mampir disini.

  3. Aku termasuk yang banyak uban karena keturunan. Bayangin aja sejak SMP sudah beruban 😦 Sekarang apalagi, hampir semua putih. Ada untungnya juga sih, kalau naik kendraan umum suka diprioritaskan, he he he . . . 😆

      1. Kalau Hatarajasa rambutnya putih semua dan dianya jarang senyum makanya kelihatan berwibawa; kalau aku baru sebagian besar putih tapi juga cengengesan jadi gak berwibawa, he he he 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s